Model Pembelajaran Bahasa Indonesia
A. Model Pembelajaran Bahasa Indonesia
Model pembelajaran adalah pedoman berupa petunjuk strategi mengajar yang dirancang untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran. Pedoman itu memuat tanggung jawab guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran di kelas. Salah satu tujuan dari penggunaan model pembelajaran adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta didik selama belajar. Model Cooperative Learning merupakan proses berbagi pengetahuan, mendukung satu sama lain saat mereka belajar, dan memastikan bahwa setiap orang dalam kelompok menyelesaikan tugas atau tujuan yang ditentukan sebelumnya. Model Cooperative Learning berlangsung di lingkungan belajar peserta didik dalam kelompok kecil yang saling berbagi ide-ide dan bekerja secara kolaboratif untuk memecahkan masalah-masalah yang ada dalam tugas mereka. Model Cooperative Learning bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar, dapat menerima secara luas orang yang berbeda ras budaya, kelas sosial, kemampuan dan ketidak mampuannya, dan mengajarkan kepada peserta didik ketrampilan bekerja sama dan kolaborasi.. Model Cooperative Learning memiliki ciri-ciri yaitu:
1. Setiap anggota memiliki peran
2. Terjadi hubungan langsung diantara peserta didik
3. Setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya.
4. Guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok.
B. Model Pembelajaran Bahasa Indonesia (Cooperative Learning)
Terdapat beberapa langkah-langkah Model Cooperative Learning adalah sebagai berikut.
1. Guru menyampaikan informasi tentang visi dan misi pembelajaran untuk menyiapkan peserta didik.
2. Guru menyampaikan penjelasan ringkas dari bahan ajar yang akan dilakukan saat pembelajaran berlangsung.
3. Guru menjelaskan kepada peserta didik bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok supaya bisa dilakukan dengan tepat.
4. Menyediakan data dan pengetahuan untuk proses belajar peserta didik dalam menemukan solusi dari tugas dan diskusi.
5. Membuat semacam tes kepada peserta didik untuk menguji kemampuan yang telah didapat dari pembelajaran individu dan kelompok.
6. Melakukan evaluasi setelah proses pembelajaran dan apresiasi setiap usaha peserta didik dalam menemukan solusi dari tugas yang dikerjakan.
Terdapat beberapa unsur yang ada dalam Model Cooperative Learning adalah sebagai berikut:
1. Dalam pembelajaran kooperatif, guru menciptakan suasana yang mendorong supaya peserta didik merasa saling membutuhkan. Hubungan yang saling membutuhkan inilah yang dimaksud dengan saling ketergantungan positif. Saling ketergantungan positif menuntut adanya interaksi promotif yang memungkinkan sesama peserta didik saling memberikan motivasi untuk meraih hasil belajar yang optimal.
2. Interaksi tatap muka menuntut para peserta didik dalam kelompok dapat saling bertatap muka sehingga mereka dapat melakukan dialog, tidak hanya dengan guru tetapi dengan sesama peserta didik. Interaksi semacam itu memungkinkan para peserta didik dapat saling menjadi sumber belajar sehingga sumber belajar menjadi bervariasi. Interaksi semacam itu sangat penting karena ada peserta didik yang merasa lebih mudah belajar dari sesamanya.
3. Pembelajaran kooperatif menampilkan wujudnya dalam belajar kelompok. Penilaian ditujukan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran secara individu. Hasil penilaian secara individual tersebut selanjutnya disampaikan oleh guru kepada kelompok agar semua anggota kelompok mengetahui siapa anggota kelompok yang memerlukan bantuan dan siapa anggota kelompok yang dapat memberikan bantuan. Nilai kelompok didasarkan atas rata-rata hasil belajar semua anggotannya, dan karena itu tiap anggota kelompok harus memberikan peranan demi kemajuan kelompok. Penilaian kelompok yang didasarkan atas rata-rata penguasaan semua anggota kelompok secara individual inilah yang dimaksud dengan akuntabilitas individu.
4. Dalam pembelajaran kooperatif keterampilan sosial diajarkan seperti tenggang rasa, sikap sopan terhadap teman, berani mempertahankan pikiran logis, tidak mendominasi orang lain, mandiri dan berbagai sifat lain yang bermanfaat dalam menjalin hubungan antar pribadi.
C. Penutup
Model pembelajaran adalah suatu rencana mengajar yang melibatkan pola pembelajaran tertentu. Dalam pola tersebut dapat terlihat kegiatan guru, peserta didik, dan sumber belajar yang digunakan di dalam mewujudkan kondisi belajar yang menyebabkan terjadinya belajar pada siswa. Model pembelajaran Cooperative Learning adalah suatu metode pengajaran yang mana peserta didik bekerja dalam kelompok-kelompok kecil untuk saling membantu satu sama lainnya dalam mempelajari materi pembelajaran.
D. Daftar Rujukan
Huda, Miftahul. (2015). Cooperative Learning: Metode, Teknik, Struktur, dan
Model Penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suprijono, Agus. (2015). Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rusman. (2018). Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Komentar
Posting Komentar